Tuesday, May 8, 2012

Seleraku itu kamuuuu... (ʃ⌣ƪ)

Ketika teman mempresentasikan hasil project TA dalam seminar tadi pagi, di project TA tersebut semua warna bercampur aduk dan terlihat tidak konsisten. Kemudian audience protes tidak setuju dan memberi saran... "Sebaiknya kalau dalam satu frame lebih baik 3 warna saja, agar terlihat jelas apa maksud dari project yang anda buat" Karena aku orang jaringan yang gak bergelut dengan warna, yaelah yang selalu kulihat selalu item putih, jadi setiap ngeliat warna yang banyak tampak lebih indah semua. Hahahaha...

Padahal dulu aku seorang tukang gambar udah gitu gak ngelanjutin lagi. Aku sebenernya suka ngegambar, suka coret-coret di kertas dll. Gak tau kenapa semenjak masuk teknik jadi males gambar-gambar lagi.

Pada teorinya yang aku dapet di semester 4 matakuliah multimedia, sebaiknya bila presentasi maksimal warna yang digunakan cukup 3. Agar tulisan terbaca dan semua orang fokus pada tulisan (presentasi kita) bukan pada warna-warna lain.

Nah, audience bertanya "Kenapa anda menggunakan warna hijau? Apa makna dari warna hijau yang ada di project anda?" Aku sih cuma komentar dalem hati "Yaelah... Teliti banget..." Hahahaha... Yeah sekali lagi aku bukan anak multimedia. Mana kepikiran pertanyaan kaya gitu?

Kenapa aku masuk seminar anak multimedia? Kan katanya gak ngerti?
  • Bosen euy liat seminar anak jaringan mah, semua sama. Konfigurasinya itu lagi-itu lagi. etc/resolv.conf, etc/named.conf, etc/dhcpd.conf... Ituuuuu semua yang mereka presentasiin. Warnanya item, putih, ato abu-abu. Makanya kalo liat warna-warni dan ada animasinya lebih semangat aja...
Nah aku tadi so-so-an nanya... "Kok itu di bagian footernya kosong sih? Baiknya kan ada apa gitu, kayak alamat perusahaan, facebook, atau mungkin twitter. Biar lebih terlihat aja identitas perusahaannya..." Hahahaha... Semua meng-iyakan pertanyaan aku.

Nah si penyaji (yang seminar) langsung mati kutu. Bingung mau jawab apa.

Kemudian si dosen-nya angkat bicara "Begini ya... Soal selera tidak bisa diganggu gugat..." Aku yang lagi minum langsung hampir keselek *oke itu lebay*, mencoba mencerna kata-kata si dosen ini. "Beneran deh... Mungkin kata si penyaji warna hijau lebih tenang dan cocok dalam project ini. Tapi mungkin bagi saya atau kalian warna merah atau biru mungkin lebih cocok... Yah... Soal selera tidak bisa diganggu gugat. Karena semua punya selera masing-masing. Sekian".

Bener banget. Kita gak mungkin maksa seseorang untuk merubah warna seperti apa yang kita mau. Kalo dipikir-pikir "Kenapa Rinso Anti Noda warna kemasannya hijau?", "Kenapa Pepsodent kardusnya warna Merah sama Putih?", "Kenapa Charm Extra Regular warnanya orange? Sedangkan yang Night warnanya biru tua?", "Apa makna dari semua warna itu?", "Kenapa harus warna itu?"... Gak mungkin suatu perusahaan sembarangan ngasih warna dan model kemasan seperti itu. Iya kan? Pasti ada alasannya dan maknanya...

Sekali lagi... Soal selera tidak bisa diganggu gugat...



Regards



Umezh Lagi Colour Full

12 comments:

  1. Sayah buta warna =ε=ε=ε=┌(; ̄◇ ̄)┘

    ReplyDelete
  2. *puyeng*..itu kok...macem file config di linux yak....

    ReplyDelete
  3. Ya ampun kasian sekaliiiiiihhhhh... Ckckckck...
    Sing sabar yooo...
    Hahahaha...

    ReplyDelete
  4. Emang config di linux... Hehehehe...

    ReplyDelete
  5. pantesaaann *tepok jidat*
    berasa inget ekstensi itu waktu ngonfig modem kemaren-kemaren :))

    ReplyDelete
  6. xixixiix jawaban paling pas inih....

    ReplyDelete
  7. Masyaallah
    komenku knapa yg masuk 1crita smua gt
    hadeh

    ReplyDelete
  8. Gak apa-apa sayannnggg... #Salto

    ReplyDelete
  9. lagiiii lagiiiiihhhhh kk
    *tepuk tangan*

    ReplyDelete